Berapa Lama Manusia Bertahan Hidup Tanpa Air?

Studisehat.com - Bayangkan apabila tidak ada hujan selama beberapa bulan, sumur dan sungai tak mengeluarkan air, dan lautan berubah menjadi lembah-lembah kering. Bagaimana reaksi Anda? Dan yang lebih penting, berapa lama Anda akan bertahan hidup di kondisi seperti ini?

Tidak ada prediktor yang dapat diandalkan tentang bagaimana dehidrasi dapat membunuh seseorang. Banyak blog survival menunjukkan bahwa rata-rata orang hanya bisa bertahan selama satu atau dua hari sampai satu minggu tanpa cairan (air), tapi itu hanya perkiraan kasar. Kesehatan seseorang, cuaca dan tingkat aktivitas fisik individu juga menentukan berapa lama seseorang akan bertahan tanpa air. Orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit kronis, dan orang-orang yang bekerja atau berolahraga di luar ruangan lebih berpotensi mengalami dehidrasi, menurut Mayo Clinic .

Dalam lingkungan yang sangat panas, "seorang dewasa bisa kehilangan antara 1 dan 1,5 liter [2,1-3,2 liter] keringat per jam, Randall Packer, seorang ahli biologi di George Washington University di Washington, DC, menulis di Scientific American ." Seorang anak yang ditinggalkan di dalam mobil tanpa ac atau ventilasi memadai di parkiran yang panas, dalam jangka waktu beberapa jam bisa menyebabkan kematian karna dehidrasi parah."

Biasanya, ketika seseorang mengalami dehidrasi, mereka juga menderita overheating, yang berarti bahwa suhu internal tubuh terlalu tinggi. Tapi ini tidak selalu terjadi pada setiap orang, terutama di kalangan kelompok orang tertentu, kata Dr Kurt Dickson, seorang dokter UGD di Banner Thunderbird Medical Center di Arizona. anak yang sangat kecil dan orang tua dengan demensia/pikun mungkin tidak ingat untuk minum air, atau tidak bisa mendapatkan air minum tanpa bantuan, katanya.

Jadi berapa banyak air yang seseorang perlukan sebelum mengalami dehidrasi? Menurut penelitian National Health Service di Inggris, dehidrasi berat terjadi ketika seseorang kehilangan sekitar 10 persen cairan dari total berat badan mereka "meskipun pengukuran seperti ini terlalu sulit untuk digunakan dalam praktek nyata".

Menurut University of Rochester Medical Center, setelah tingkat cairan seseorang berada dibawah ambang normal, gejala khas yang dialami yaitu: haus, kulit kering, kelelahan, pusing, resah, kebingungan, mulut kering, dan denyut nadi serta pernapasan menjadi cepat. Anak yang mengalami dehidrasi apabila menangis tanpa menumpahkan air mata, pipi dan perut menjadi cekung, dan kulit menjadi tidak merata ketika dicubit dan dilepaskan.

Pada saat jumlah cairan dalam tubuh menurun, cairan pada tubuh akan dialihkan untuk mengisi organ vital dengan darah, sehingga akan menyebabkan sel-sel di seluruh tubuh menyusut, kata Dr Jeffrey Berns dari National Kidney Foundation. Ketika carian keluar dari sel-sel otak terlalu cepat, otak dan pembuluh darah dalam tempurung dapat meledak lho..

Ginjal biasanya yang akan pertama mengalami malfungsi (gagal ginjal) pertama di antara organ-organ yang lain saat kekurangan air, kata Berns. Pada saat itu, organ-organ lain akan mengalami keracunan karena ginjal tidak dapat menyaring kotoran dalam darah dan dapat menyebabkan kematian.

Sudah tahu pentinya air bagi tubuh kan? Maka dari itu, penuhi terus kebutuhan air anda. Selain itu hemat penggunaan air untuk hal yang tidak terlalu penting demi masa depan kita semua.

Reaksi:
Share this with short URL:

Artikel Menarik Lainnya:

Related Posts