Fakta Bahwa Diet dapat Mencegah Kanker dan Berbagai Penyakit Berbahaya!

Studisehat.com - Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yabg sehat dapat menurunkan resiko kanker tertentu. Hal ini juga dapat membantu mencegah kondisi buruk lain, seperti diabetes tipe 2, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Salah satu manfaat dari nutrisi yang baik adalah membantu Anda mempertahankan berat badan yang ideal. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas beresiko memiliki masalah kesehatan yang lebih tinggi. Mengkonsumsi makanan tinggi serat, diet rendah lemak dan olahraga teratur dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal.

Baca juga : Masih Percaya dengan Diet instan dan Dramatis? Ini Kenyataannya!

Dapat pilihan diet tertentu mengurangi resiko penyakit kanker?

Terdapat studi tentang diet dan kesehatan. Para peneliti terus menyelidiki apakah makanan dan nutrisi tertentu dapat mengurangi resiko kanker. Meskipun hasilnya tidak konsisten dan bervariasi tiap orang, namun hal-hal berikut sudah dapat dipastikan mengurangi resiko kanker.
  • Buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan resiko kanker paru-paru, mulut, esofagus, lambung, dan usus. 
  • Diet Mediterania dapat melindungi tubuh terhadap penyakit kanker. Diet ini berfokus pada makanan seperti ikan, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 
  • Kalsium dan vitamin D dapat menurunkan resiko kanker kolorektal. 
  • Asam folat dapat melindungi tubuh terhadap bahaya kanker. 

Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki pola makan saya?

Anda dapat mengurangi resiko masalah kesehatan dengan makan yang sehat dan diet seimbang dengan mengkonsumsi berbagai buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan (kacang kering dan kacang polong), dan biji-bijian. Untuk protein, makan dalam jumlah kecil ikan, unggas, daging tanpa lemak, makanan/minuman rendah lemak dan juga produk susu bebas lemak.

Baca juga : Konsumsi banyak buah dan sayuran dalam 2 minggu dapat meningkatkan kesehatan psikologis

Lemak tertentu harus menjadi bagian dari diet yang sehat yang dapat menurunkan resiko penyakit. lemak “Baik” dapat membantu menurunkan total kolesterol tingkat. lemak “Baik” meliputi: 

  • Lemak tak jenuh tunggal. Ditemukan di zaitun, alpukat, kacang, dan minyak kacang lainnya. Selain itu juga ditemukan di kacang-kacangan, biji-bijian, polong, dan selai kacang. 
  • Lemak tak jenuh ganda. Ditemukan dalam minyak sayur seperti minyak jagung, biji bunga matahari. Juga ditemukan dalam kedelai, dan jenis polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 
  • Asam lemak omega-3. Ditemukan di ikan “berminyak” , seperti salmon, herring, sarden, dan mackerel. Juga ditemukan di biji rami, minyak biji rami, dan kenari. Asam lemak omega-3 dari ikan sangat baik untuk kesehatan Anda 
Anda harus menghindari atau membatasi lemak "Jahat". Ini termasuk lemak trans dan jenuh yang biasanya ditemukan di makanan cepat saji, gorengan, makanan ringan, dan makanan panggang. lemak "jahat" dapat meningkatkan tingkat kolesterol pada tubuh Anda.

Apa itu fitokimia?

Fitokimia adalah zat yang ditemukan dalam makanan nabati. Beberapa ahli percaya bahwa fitokimia dapat mengurangi resiko kanker. fitokimia juga dapat menyehatkan tulang, jantung, dan kesehatan otak. jenis umum fitokimia adalah vitamin C dan asam folat. jenis yang lainnya adalah isoflavon, flavonoid, pitosterol, dan lain-lain.

Makanan yang mengandung phytochemical:
  • Brokoli 
  • bunga kol 
  • wortel 
  • tomat 
  • jeruk 
  • Bawang putih 
  • kacang polong 
  • biji-bijian 
  • kacang-kacangan 

Haruskah saya mengkonsumsi obat herbal atau suplemen diet?

Sangat mudah untuk membuat seseorang bersemangat diet karna klaim iklan bahwa suplemen makanan terbaru akan mencegah atau menyembuhkan kanker. Namun, Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa multivitamin dapat membantu mengurangi resiko kanker.

Ada baiknya anda membicarakan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat herbal atau suplemen untuk diet Anda. perubahan pola diet ekstrim yang anda lakukan mungkin malah dapat menyebabkan resiko menderita masalah kesehatan yang lain.

Preventive Services Task Force (USPSTF) dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasikan untuk mengkonsumsi vitamin E atau beta-karoten untuk pencegahan kanker.


Makanan apa yang bisa meningkatkan resiko kanker?

Meskipun tidak ada bukti yang jelas tentang apakah makanan tertentu mencegah kanker, penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat meningkatkan resiko kanker.

Hal ini meliputi:
  • Daging yang terlalu banyak diproses, seperti ham, bacon, sosis, salami, dan bologna. Makanan ini dapat meningkatkan resiko kanker kolorektal jika Anda terlalu sering mengonsumsinya. 
  • Makanan yang mengandung lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan resiko berbagai jenis kanker. 
  • Alkohol dapat meningkatkan resiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, payudara, dan kanker kolorektal.

Reaksi:
Share this with short URL:

Artikel Menarik Lainnya:

Related Posts