Inilah Kebenaran Tentang Ejakulasi Wanita, Ternyata Bisa!

Studisehat.com - Ada banyak teori tentang apakah ada atau tidaknya ejakulasi yang terjadi pada wanita. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut ternyata ada dan benar-benar alami.

Baca juga : Tips Mengatasi Susah Menghafal atau Sering Lupa

Apa sih ejakulasi wanita itu? 

Ejakulasi wanita adalah keluarnya cairan dalam jumlah yang nyata dari uretra wanita selama orgasme (klimaks). Diperkirakan bahwa sepuluh persen hingga empat puluh persen perempuan mampu ejakulasi.


Seperti apa bentuknya? 

Ejakulasi pada wanita dapat berbeda dalam bentuk, tekstur dan kuantitasnya. Hal ini dapat berkisar dari bening menjadi jelas seperti cairan susu, atau dari perasaan berair sampai lengket. Sedangkan jumlahnya dapat berkisar dari satu sendok teh dan dalam beberapa kasus yang ekstrim bisa mencapai secangkir penuh.

Ejakulasi pada wanita terdiri dari apa saja? 

Ed Belzer, seorang profesor di Dalhousie University menemukan berbagai jumlah phosphotase asam didalam ejakulasi wanita. Hal tersebut sebelumnya diyakini hanya laki-laki yang memproduksi zat kimia tersebut di kelenjar prostat .

Baca juga : Pengaruh Sarapan Bagi Metabolisme dan Kesehatan Tubuh

Studi juga telah mengungkapkan hasil konsisten yang menunjukkan penurunan konsentrasi urea dan kreatinin dalam ejakulasi wanita yang merupakan komponen utama urine.

Meskipun tidak sepenuhnya jelas ejakulasi pada wanita terdiri dari apa saja, namun para peneliti telah menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak murni urine, dan hal tersebut juga bukan sekresi berbau kelenjar Bartholin yang membantu melumasi saluran vagina, namun kombinasi dari urin, asam phosphotase dan bahan kimia yang tidak konsisten lainnya.

Studi-studi ini juga menunjukkan adanya kelenjar prostat yang dimiliki perempuan, yang sebelumnya dianggap tidak ada.

Bagaimana ejakulasi wanita bisa tercapai? 

Persentase terbesar wanita yang mengalami ejakulasi terjadi selama orgasme. Studi ginekologi telah menunjukkan bahwa kebanyakan ejakulasi wanita terjadi selama rangsangan seksual di area 'G-spot' .

Pada saat area G-spot dirangsang, area tersebut akan membengkak dan mulai mengeluarkan cairan melalui uretra.

Studi klinis juga menunjukkan bahwa respon perempuan terhadap stimulasi G-spot sangat mirip dengan respon pria terhadap stimulasi prostat. Pasangan yang mendapatkan stimulasi akan merasakan dorongan yang kuat untuk buang air kecil, tapi dengan cepat digantikan dengan kenikmatan seksual atau klimaks.

Reaksi:
Share this with short URL:

Artikel Menarik Lainnya:

Related Posts