Pengaruh Video Game Bagi Otak Bagi Para Gamer

Video game jelas merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk hiburan yang populer, dengan para gamer di seluruh dunia secara kolektif menghabiskan 3 miliar jam per minggu di depan layar. Karena penggunaannya yang meluas, para ilmuwan telah melakukan studi tentang bagaimana video game mempengaruhi otak dan perilaku. Apakah memiliki efek positif atau negatif?

Beberapa dekade telah dilakukan penelitian yang melakukan studi mengenai hubungan video game dan kekerasan telah gagal mencapai konsensus di kalangan ilmuwan. Para ilmuwan tidak dapat menemukan hubungan kausal antara bermain video game dan tindakan kekerasan di dunia nyata karena terpengaruh game yang bertema kriminal seperti pada game Grand Theft Auto (GTA V)

Video game dan perubahan otak

Semakin banyak bukti yang telah menunjukkan bahwa video game dapat mempengaruhi otak dan selanjutnya juga dapat menyebabkan perubahan di banyak bagian otak.

Para ilmuwan baru-baru ini telah merumuskan hasil dari 116 studi ilmiah untuk menentukan bagaimana sebenarnya video game dapat mempengaruhi otak dan perilaku.

Baca juga :

Dengan melihat semua penelitian yang ada sampai saat ini, tim peneliti bertujuan untuk mengamati apakah ada kecenderungan atau ikatan yang muncul sehubungan dengan bagaimana video game mempengaruhi struktur dan aktivitas otak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain video game tidak hanya mengubah cara kerja otak kita tapi juga strukturnya.

Misalnya, penggunaan video game diketahui mempengaruhi perhatian. Studi yang termasuk dalam review menunjukkan bahwa pemain video game menampilkan perbaikan pada beberapa jenis perhatian. Selanjutnya, daerah otak yang berperan dalam perhatian lebih efisien pada gamer dibandingkan dengan non-gamer, dan mereka membutuhkan lebih sedikit aktivasi agar tetap fokus pada tugas yang menuntut konsentrasi.

Bukti juga menunjukkan bahwa bermain video game meningkatkan ukuran dan kompetensi bagian otak yang bertanggung jawab atas kemampuan visuospatial, yaitu kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi hubungan visual dan spasial antar objek.

Peneliti juga telah menemukan bahwa video game bisa menjadi 'candu' yang merupakan sebuah fenomena yang dikenal sebagai "internet gaming disorder"
Para pecandu game ini mengalami perubahan fungsional dan struktural dalam neural reward system, yaitu sekelompok struktur yang terkait dengan perasaan senang, belajar, dan motivasi.

Reaksi:
Share this with short URL:

Artikel Menarik Lainnya:

Newest Post
Related Posts
Newest Post